“Hidup capek-capek kita itu sebenarnya untuk apa to?
Mau dibawa kemana setelah dapat?
Direwangi golong-komeng,
tukaran, rebutan
mau dipakai untuk apaa?
Padahal setelahnya
kita akan mati,
sendirian,
di tanah sepetak,
dengan selembar kain saja
tidak bawa apa-apa”.